Persediaan & HPP Dasar Penting yang Wajib Dipahami UMKM

Uncategorized

Halo, Sobat Baca Lampung Cerdas! 👋
    Dalam bisnis, terutama yang menjual produk baik makanan, fashion, kosmetik, kerajinan, hingga sembako, pengelolaan persediaan adalah hal yang sangat menentukan untung dan rugi. Sayangnya, banyak UMKM yang belum memahami bahwa persediaan dan HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah dua hal yang saling berkaitan dan menjadi dasar perhitungan keuntungan.
    Padahal, dua hal ini adalah fondasi utama dalam menentukan apakah bisnis benar-benar untung atau hanya terlihat ramai tapi sebenarnya merugi.
Apa itu Persediaan?
Persediaan adalah barang yang disimpan untuk dijual atau dipakai dalam proses produksi.
Jenis persediaan misalnya:

  • Barang dagang: baju, sepatu, makanan kemasan, minuman dll.
  • Bahan baku: tepung, gula, daging, bahan kue dll.
  • Barang setengah jadi: roti yang belum dipanggang, kerajinan yang baru 50%.
  • Barang jadi: produk siap dijual.

Persediaan merupakan harta, sehingga harus dicatat dan dikontrol.
Masalah Persediaan yang Sering Dialami UMKM

  • Stok hilang karena tidak tercatat.
  • Tidak tahu barang mana yang paling cepat laku.
  • Sering restock terlalu banyak sehingga barang expired.
  • Bingung menentukan harga jual karena tidak tahu modal pastinya.
  • Cashflow macet karena stok terlalu menumpuk.

Ini terjadi karena persediaan dianggap sepele.
Apa itu HPP?
HPP (Harga Pokok Penjualan) adalah jumlah biaya untuk menghasilkan barang yang akhirnya dijual. HPP bukan sekadar harga beli melainkan seluruh biaya yang membuat barang sampai ke tangan pelanggan.
Contoh komponen HPP:

  • harga beli barang
  • ongkir masuk
  • biaya produksi
  • biaya kemasan
  • biaya penyimpanan tertentu

Contoh Perhitungan HPP yang Mudah Dipahami
Misal Anda menjual brownies.
Biaya biaya yang dikeluarkan untuk membuat brownies :

  • Tepung: Rp 20.000
  • Coklat: Rp 30.000
  • Telur: Rp 10.000
  • Gula: Rp 10.000
  • Gas/listrik: Rp 5.000
  • Kemasan: Rp 5.000
Baca Juga :  Rekomendasi Jurusan Kuliah Online Terbaik di Indonesia untuk Generasi Millennial dan Gen Z

Total biaya = Rp 80.000
Hasil produksi = 8 potong brownies
Maka HPP per potong = Rp 80.000 / 8 = Rp 10.000
Jika Anda jual Rp 13.000 → untung Rp 3.000 per potong.
Itu sebabnya HPP wajib dihitung.
Mengapa Persediaan & HPP Penting untuk UMKM?

  • Menentukan harga jual yang tepat.
  • Mengetahui produk mana yang paling menguntungkan.
  • Mencegah kerugian akibat stok rusak/hilang.
  • Membantu pengambilan keputusan saat restock.
  • Menentukan laba bersih secara akurat.

Tanpa persediaan dan HPP, laporan keuangan jadi tidak akurat.
Cara Praktis Mengelola Persediaan

  • Buat daftar stok masuk, stok keluar, stok akhir.
  • Gunakan metode sederhana (buku catatan, spreadsheet).
  • Lakukan stock opname mingguan atau bulanan.
  • Tandai barang lambat laku untuk promo/clearance.
  • Hitung HPP setiap kali restock besar atau produksi.

Persediaan yang tertib akan membuat usaha terlihat lebih profesional dan untung lebih jelas.

    Dengan memahami cara mengelola persediaan dan menghitung HPP, UMKM dapat mengetahui biaya sebenarnya dari produk yang dijual. Pengelolaan yang rapi membantu bisnis menentukan harga yang tepat, menjaga keuntungan tetap stabil, dan membuat usaha lebih siap menghadapi perubahan pasar. Mulailah dari langkah sederhana: catat stok, cek keluar masuk barang, dan hitung HPP secara konsisten.