Catatan Paling Penting Bagi UMKM Dasar Keuangan yang Menyelamatkan Bisnis

Uncategorized

Halo, Sobat Baca Lampung Cerdas! đź‘‹
    Di balik UMKM yang sukses, ada pencatatan keuangan yang rapi. Sebaliknya, banyak usaha kecil tutup bukan karena tidak laku, tetapi karena tidak ada catatan. Uang bercampur, pengeluaran tidak jelas, stok tidak terkontrol, dan akhirnya pemilik usaha tidak bisa melihat kondisi sebenarnya.
Artikel ini membahas catatan paling penting bagi UMKM yang sederhana tetapi berdampak besar.
1. Catatan Pengeluaran
Ini adalah catatan paling vital. Pengeluaran sering kali kecil-kecil, tetapi menguras uang tanpa disadari.
Pengeluaran UMKM bisa berupa:

  • belanja bahan baku
  • ongkir, bensin
  • gaji pegawai
  • listrik, sewa
  • alat produksi
  • bahan kemasan
  • promosi

Dengan mencatat pengeluaran, anda bisa:

  • mengetahui biaya produksi
  • menghindari pengeluaran boros
  • mengontrol modal
  • menghitung laba dengan benar

2. Catatan Pemasukan
Ini bukan sekadar catatan penjualan harian. Catatan pemasukan membantu pemilik usaha mengetahui:

  • omset harian, mingguan, bulanan
  • produk mana yang paling laku
  • jam atau hari paling ramai
  • tren penjualan

Pemasukan yang tercatat rapi membuat pemilik usaha lebih mudah merencanakan stok.
3. Catatan Utang dan Piutang
UMKM sering memberikan “bon dulu”, “besok bayar”, atau “transfer nanti ya”.
Tanpa catatan:

  • banyak piutang tidak ditagih
  • modal berkurang
  • cashflow macet meskipun penjualan banyak

Catat setiap piutang dengan:

  • nama pelanggan
  • tanggal
  • jumlah
  • batas pembayaran

Begitu pula utang ke supplier. Tanpa catatan, Anda bisa lupa dan reputasi bisnis menurun.
4. Catatan Stok Barang
Sering diabaikan, tapi ini sangat penting.
Catatan stok membantu:

  • mengetahui barang hilang atau rusak
  • menghindari overstock dan dead stock
  • menentukan kebutuhan restock
  • menghitung HPP dan laba

5. Catatan Laba Rugi Sederhana
Tidak perlu rumit. Cukup catat:
Laba = Pemasukan – Pengeluaran – Biaya lain-lain
Dengan catatan laba rugi, UMKM bisa melihat:

  • apakah bisnis untung atau rugi
  • apakah perlu menaikkan harga
  • apakah biaya produksi perlu ditekan
Baca Juga :  Roadmap Anti-Galau: Persiapan Jitu Masuk PTN Impian Sejak Dini!

    Pencatatan keuangan bukan soal rumit atau perlu latar belakang akuntansi. Yang terpenting adalah konsisten mencatat dan memahami alurnya. Dengan catatan yang tertib, UMKM bisa mengambil keputusan lebih bijak, menghindari kebocoran biaya, serta membangun usaha yang lebih kuat dan terpercaya. Bisnis berkembang bukan hanya dari penjualan, tetapi dari kemampuan mengelola setiap rupiah.