Halo, Sobat Baca Lampung Cerdas! 👋
Dalam struktur keuangan sebuah bisnis, terutama usaha perorangan, firma, dan CV, istilah prive memiliki peran penting dalam menggambarkan hubungan antara pemilik dan perusahaan. Meski terlihat sederhana, kesalahan memahami atau mencatat prive dapat berdampak besar pada laporan keuangan, modal pemilik, bahkan kesehatan finansial perusahaan. Artikel ini membahas konsep prive secara menyeluruh: definisi, fungsi, jenis-jenis prive, pencatatan akuntansi, dampaknya, serta kebijakan yang dapat diterapkan untuk mengelolanya dengan baik.
1. Konsep Prive dalam Akuntansi
A. Definisi Prive
Prive adalah penarikan dana, barang, atau aset lain yang dilakukan oleh pemilik usaha dari perusahaan untuk kepentingan pribadi. Prive bukan biaya, bukan beban, dan tidak berhubungan dengan kegiatan operasional bisnis. Oleh karena itu, prive langsung mengurangi modal pemilik.
Prive biasanya ditemukan dalam:
- Usaha Perorangan
- Firma
- CV (sekutu aktif/pasif)
Sedangkan pada PT, penarikan pribadi tidak disebut prive, tetapi berupa:
- dividen, atau
- gaji direksi/komisaris (yang bersifat operasional).
B. Karateristik-Karakteristik Prive
- Tidak ada nilai ekonomis bagi perusahaan
- Digunakan untuk kebutuhan pribadi pemilik dan keluarganya
- Tidak dicatat sebagai beban di laporan laba rugi
- Berposisi sebagai akun kontra-modal
- Bersifat sementara dan ditutup di akhir periode
C. Fungsi Prive dalam Sistem Keuangan Perusahaan
Meskipun prive dapat mengurangi modal, konsep ini tetap memiliki fungsi penting.
1. Sebagai Sarana Pengambilan Hak Pemilik
Pada usaha non-PT, prive adalah mekanisme pemilik mengambil bagian dari modal atau laba usaha.
2. Memisahkan Keuangan Pribadi dan Perusahaan
Dengan pencatatan prive, semua penarikan pribadi tercatat rapi sehingga pembukuan tetap transparan dan akurat.
3. Menunjukkan Hak dan Keterlibatan Pemilik
Prive menunjukkan bahwa pemilik memiliki kewenangan legal untuk menarik aset perusahaan.
4. Indikator Kedisiplinan Keuangan Pemilik
Jumlah prive yang besar dan sering dapat menjadi indikator:
- Kurangnya perencanaan keuangan pribadi
- Ketidakseimbangan arus kas
- Ketergantungan pemilik pada kas perusahaan.
D. Jenis-Jenis Prive
Prive bukan hanya mengambil uang tunai. Ada beberapa bentuk prive:
1. Prive Tunai
Pemilik menarik uang kas perusahaan untuk kebutuhan pribadi.
2. Prive Barang
Contoh:
- mengambil barang dagang untuk konsumsi.
- mengambil aset kecil (alat kantor, peralatan kecil).
3. Prive Aset Tetap
Pemilik mengambil aset usaha:
- kendaraan
- laptop
- mesin kecil.
Biasanya dicatat berdasarkan nilai buku atau nilai wajar.
4. Prive Berupa Pembayaran Beban Pribadi oleh Perusahaan
Contoh:
- Perusahaan membayar listrik rumah pribadi pemilik
- Perusahaan membayar cicilan pribadi pemilik
Ini tetap dianggap prive, bukan beban operasional.
E. Dampak Prive terhadap Modal Perusahaan
Prive memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap laporan keuangan, terutama pada bagian ekuitas.
Mengurangi Modal Pemilik
Setiap transaksi prive akan mengurangi saldo modal akhir.
Formula modal akhir:
- Modal Awal +Laba – Rugi – Prive
- Semakin besar prive, semakin kecil modal yang tersisa.
Mengganggu Arus Kas Usaha
Penarikan tunai besar dapat membuat:
- kekurangan kas operasional
- keterlambatan pembayaran supplier
- kesulitan menutup biaya rutin.
UMKM paling rentan karena modal kas biasanya terbatas.
Membatasi Kemampuan Perusahaan untuk Tumbuh
Jika prive berlebihan, perusahaan bisa kesulitan:
- menambah stok
- investasi alat baru
- ekspansi bisnis
- menutup kebutuhan modal kerja
Menurunkan Kestabilan Struktur Keuangan
Modal yang terus menurun mencerminkan:
- risiko usaha tinggi
- ketidakstabilan finansial
Bagi kreditur, tingkat prive besar dapat menjadi sinyal bahaya.
Risiko Perpajakan Tidak Langsung
Prive tidak dikenai pajak.
Namun kesalahan mencatat prive sebagai beban dapat:
- mengurangi laba secara salah
- menyebabkan koreksi fiskal
- menimbulkan sanksi administrasi
F. Pencatatan Akuntansi: Jurnal Prive
Ketika pemilik mengambil kas:
- Debit : Prive
- Kredit : Kas
Jika mengambil barang dagang:
- Debit : Prive
- Kredit : Persediaan
Jika perusahaan membayar beban pribadi:
- Debit : Prive
- Kredit : Kas/Utang
Penutupan Akun Prive di Akhir Periode. Akun prive tidak muncul di neraca sebagai akun tersendiri.
Ia ditutup ke akun modal:
- Debit : Modal Pemilik
- Kredit : Prive
Hasilnya:
Modal berkurang sejumlah prive sepanjang tahun.
G. Cara Mengelola Prive agar Tidak Merugikan Perusahaan
Tetapkan Batas Maksimal Penarikan
Misalnya:
- 5% dari modal
- 10% dari laba bulanan
Lakukan Pencatatan Setiap Transaksi
Baik tunai maupun non-tunai.
Pisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Perusahaan
Ini adalah prinsip utama akuntansi.
Gunakan Sistem Akuntansi yang Jelas
Seperti:
- Jurnal bulanan
- Buku besar
- Software accounting
Laporan Prive Bulanan
Laporan ini membantu pemilik memantau seberapa besar pengeluaran pribadi.
Prive adalah bagian penting dalam struktur modal perusahaan dan sangat berpengaruh pada kesehatan keuangan bisnis. Pemilik usaha wajib memahami bahwa prive bukan beban, melainkan pengurangan modal. Dengan pencatatan yang benar, kebijakan prive yang jelas, dan disiplin finansial, perusahaan dapat menjaga kekuatan modal dan stabilitas arus kas, sekaligus memastikan laporan keuangan tetap akurat dan dapat dipercaya.
